Take a fresh look at your lifestyle.

Pemeliharaan Diri Dan Orang Lain Dari Penyakit

147

Menjaga kesehatan sangat penting biar tubuh tetap sehat, kamu harus rajin mengonsumsi masakan sehat, rajin berolahraga, dan cukup istirahat. Berolahraga secara teratur, cukup istirahat, dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi dapat dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kurang menjaga kesehatan tubuh tentu akan gampang terserang penyakit. Penyakit mampu dikelompokkan menjadi penyakit menular maupun tidak menular..

A. Penyakit Menular
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2014 wacana Penanggulangan Penyakit Menular Pasal 1 ayat (1). Dalam peraturan tersebut, dijelaskan penyakit menular adalah penyakit menular kepada insan yang disebabkan agen biologi mirip virus, bakteri, jamur, dan parasit.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2014 wacana Penanggulangan Penyakit Menular Pasal 4, penularan penyakit disebabkan oleh penyakit menular langsung serta penyakit menular vektor dan hewan pembawa penyakit.

Menjaga kesehatan sangat penting agar tubuh tetap sehat Pemeliharaan Diri dan Orang Lain dari Penyakit

Penyakit menular vektor yakni penyakit yang ditularkan oleh serangga, contohnya nyamuk. Selain nyamuk, terdapat hewan pembawa penyakit. Artinya, hewan yang tidak menimbulkan penyakit, tetapi mampu membuatkan penyakit. Contoh binatang pembawa penyakit, yakni burung, anjing, dan tikus.

Daftar sebagian penyakit menular eksklusif serta penyakit menular melalui vektor dan hewan pembawa penyakit dapat kamu cermati pada tabel berikut.

No Penyakit Menular
Langsung
No. Penyakit Menular melalui
Vektor dan Binatang
Pembawa Penyakit
1. Difteri 1. Malaria
2. Tetanus 2. Demam Berdarah
3. Folio 3. Chikungunya
4. Campak 4. Rabies
5. Typhoid 5. Pes
6. Kolera 6. Toxoplasma
7. Rubella 7. Leptospirosis
8. Influenza 8. Flu burung (Avian influenza)
9. Miningitis
10. Tuberkulosis
11. Hepatitis
12. Infeksi akses pencernaan
13. Infeksi kanal pernapasan

B. Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang bukan disebabkan bakteri atau virus serta tidak ditularkan kepada orang lain. Salah satu penyebab penyakit tidak menular adalah orang tersebut mempunyai pola hidup tidak sehat.

Read More :  Pantun Nasehat Pentingnya Kerja Sama Dan Mufakat

Terlalu banyak mengonsumsi kuliner cepat saji merupakan kebiasaan hidup tidak sehat. Makanan tersebut tinggi kalori, tetapi rendah kandungan gizinya. Pola makan ini juga memperbesar risiko munculnya berbagai penyakit di antaranya penyakit jantung, diabetes (kencing anggun), dan tingginya kolesterol. Penyakit tersebut tidak dapat menular, tetapi berbahaya bagi diri sendiri.

Berikut ini daftar penyakit tidak menular yang paling banyak dialami oleh orang yang tidak mempunyai acuan hidup sehat

  1. Hipertensi alias tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang umum terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Hipertensi disebut juga sebagai pembunuh senyap, alasannya sering kali tidak bergejala.
  2. Stroke yaitu kondisi terganggunya suplai darah ke otak. Ketika ini terjadi, otak tidak menerima cukup oksigen dan zat gizi sehingga sel-sel otak pun mulai mati.
  3. Gagal jantung merupakan kondisi ketika katup jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan benar. Gagal jantung tidak berarti jantung Anda berhenti bekerja secara keseluruhan, melainkan kondisi dikala kerja jantung melemah sehingga tidak optimal.
  4. Diabetes yakni penyakit gangguan metabolik yang menahun atau kronis balasan pankreas tidak cukup produksi hormon insulin atau tidak mampu menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.
  5. Kanker masih menjadi pembunuh mematikan di Indonesia. Gaya hidup tidak aktif hingga faktor keturunan jadi penyebab utama penyakit ini.
  6. Contoh penyakit tidak menular yang lain diabetes, rematik, sariawan, osteoporosis, depresi, keracunan, ambien, usus buntu, asam lambung, gagal ginjal, asam urat, tumor, obesitas, vertigo, migrain, kolesterol, tipes, dan penyakit paru-paru.

Beberapa cara mencegah penyakit tidak menular antara lain sebagai berikut :

  1. Istirahat harus cukup, tidak berlebihan dan juga tidak kurang. Ketika beristirahat, akan terjadi pembahauruan sel-sel badan sehingga menciptakan seseorang akan merasa bugar baik secara fisik maupun psikologis.
  2. Berhenti merokok (atau tidak pernah mulai) menurunkan risiko masalah kesehatan yang serius, mirip penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit paru-paru, serta ajal dini — bahkan untuk perokok usang.
  3. Makan sehat membantu mencegah, menunda, dan mengelola penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan penyakit kronis lainnya. Pola makan yang seimbang antara buah-buahan, sayuran, biji-bijian, daging tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak adalah penting pada segala usia.
  4. Aktivitas fisik yang teratur mampu membantu Anda mencegah, menunda, atau mengelola penyakit kronis. 
Read More :  Laporan Percobaan Pembuatan Larutan Oralit

Perbedaan Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular

No Penyakit Menular No. Penyakit Tidak Menular
1. Rantai penularan terang: melalui media langsung dari orang ke orang, melalui media udara, melalui media air dan melalui media vektor. 1. Tidak ada rantai penularan: alasannya adalah tidak melalui media perantara dan tidak disebabkan oleh mikrooganisme patogen.
2. Penyakit yang timbulnya cepat, dalam era waktu jam, hari sampai ahad. Misalnya Diare. 2. Penyakit yang  berlangsung usang (berbilang bulan atau tahun) atau dikenal sebagai penyakit menahun.
3. Penyebab penyakit terang, misalnya: penyakit TBC disebabkan oleh virus Mycobacterium Tubercullosis. 3. Asal muasal penyakit nanah tidak terperinci karena dipengaruhi banyak faktor.
4. Praktis diidentifikasi sifat-sifat penyakit atau kondisi atau membedakan satu penyakit atau kondisi dari yang lainnya 4. Susah diidentifikasi sifat-sifat penyakit atau kondisi atau membedakan satu penyakit atau kondisi dari yang lainnya.
5. Praktis mencari penyebabnya: penyebab penyakit yang dapat dikelompokkan menjadi virus, ricketsia, basil, jamur, protozoa, cacing. 5. Sulit mencari penyebabnya: karena penyebab penyakit tidak menular banyak, sehingga tidak dapat diketahui penyebabnya secara niscaya.
Read More :  Teladan Pengambilan Keputusan Bersama Sesuai Nilai Pancasila

C. Melindungi Diri dari Penyakit
Lingkungan dapat memengaruhi kondisi kesehatan manusia. Orang yang tinggal di lingkungan bersih dan sehat cenderung memiliki tubuh sehat. Sebaliknya, orang yang tinggal di lingkungan kotor lebih gampang terkena penyakit. Oleh alasannya itu, setiap orang hendaknya menjaga daerah tinggal agar tetap sehat dan higienis. Dengan menjaga kebersihan, kita sudah berupaya melindungi diri dari penyakit.

Cara pencegahan penyakit menular diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Berdasarkan peraturan tersebut pencegahan dilakukan dengan promosi kesehatan; pengendalian faktor risiko, inovasi perkara, penanganan kasus, pinjaman kekebalan (imunisasi), dan pemberian obat pencegahan secara massal.

Pencegahan penyakit juga dilakukan dengan membiasakan budaya hidup sehat. Tindakan yang dapat kamu biasakansehari-hari sebagai berikut.

  1. Mencuci tangan memakai sabun basuh tangan.
  2. Membasmi jentik-jentik nyamuk.
  3. Menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga.
  4. Mengonsumsi masakan bergizi seimbang.
  5. Melakukan acara fisik (olahraga) secara rutin.
  6. Menggunakan jamban sehat.
  7. Menjaga dan memperhatikan kesehatan organ reproduksi.
  8. Mengupayakan kondisi lingkungan yang sehat.
  9. Mandi secara teratur minimum dua kali sehari.

Pola hidup sehat mampu diterapkan dalam acara sederhana. Contohnya menguras kolam mandi secara rutin dan menutup daerah penampungan air. Aktivitas ini untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebar penyakit malaria, demam berdarah, dan chikungunya.

Penyakit pes menular melalui banyak cara, salah satunya melalui kutu yang menggigit hewan pengerat terinfeksi mirip tikus. Untuk mencegah penularan pes, masyarakat perlu mengawasi dan
mengendalikan binatang pengerat di lingkungan sekitar. Tindakan yang dilakukan, adalah menghindari menumpuk benda rongsok, masakan, atau sampah. Gunakan sarung tangan saat membersihkan tumpukan sampah.

Comments are closed.